Ekonomi Medan 2013 - Realisasi dari berbagai rencana
proyek pembangunan infrastruktur skala raksasa di Sumatera Utara
seperti tertuang dalam Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi
Indonesia (MP3EI) menumbuhkan optimisme pertumbuhan ekonomi Sumut Tahun
2013. Banyaknya alokasi dana yang bergulir untuk proyek ini akan
memberi multiplier effect yang akan turut serta menggenjot sektor
perekonomian lainnya.
Bakal beroperasinya Bandara Kualanamu
ditambah akan dibukanya kawasan ekonomi khusus Sei Mangkei beserta
pembangunan insfrastruktrur pendukung lainnya,diprediksi menjadikan
tahun 2013 ini menjadi momentum awal perekonomian Sumut menuju lebih
baik lagi."Saya yakin 2013 perekonomian Sumut bisa lebih cerah, sepanjang birokrasi dan hambatan-hambatan infrastruktur yang kita hadapi dapat diselesaikan," ungkap Pengamat Ekonomi Makro dari Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Ario Pratomo SE M.Ec.
Sementara Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Medan Bayu Fadlan pesimis perekonomian Sumut bakal berkembang. "Kalau infrastruktur masih sama juga, saya pesimis 2013 ekonomi Sumut bisa bangkit," tegas Bayu.
Baik pengamat maupun kalangan pelaku usaha sepakat percepatan pertumbuhan ekonomi Sumut hanya akan bisa tercapai jika diikuti dengan percepatan pembangunan infrastruktur agar Sumut sebagai propinsi terbesar ketiga di Indonesia segera melesat menuju kota metropolitan yang maju dan sejahtera.
Seperti diungkapkan Wahyu, ia menyadari optimismenya akan berkembangnya ekonomi Sumut masih sebatas harapan. Kalau pemerintah pusat dan daerah mau menyelesaikan masalah infrastruktur dengan sebaik-baiknya maka investor akan datang. Sebab, tidak mungkin investor tidak mengambil kesempatan bila tahu kalau di Sumut memiliki sumber daya alam yang banyak, belum lagi tahu kalau harga kelapa sawit yang bagus, sehingga tidak mungkin pengusaha tidak mengambil kesempatan ini. "Apalagi permintaan produk kelapa sawit di seluruh dunia setiap tahunnya meningkat terus, sebenarnya bisa dimanfaatkan secara baik," katanya.
Simak liputannya di halaman 3. (zulfadli siregar)
